Aku mempunyai sahabat dari Jakarta yang datang berkunjung ke Tasik. Dengan semangat ia minta diajari bahasa Sunda. Kata pertama yang ia pahami adalah "punten" dan "mangga".
Suatu hari kami pergi jalan-jalan dengan menggunakan jasa angkot (angkutan kota) karena aku tidak mempunyai kendaraan pribadi. Waktu di angkot, seperti biasa kondektur (kenek) meminta ongkos kepada penumpang.
"Punteh, Teh" kata kondektur pada sahabatku itu.
"Mangga" jawab sahabatku dengan sopan.
Ketika sahabatku menjawab "mangga" semua penumpang tertawa, termasuk aku. Tapi aku langsung menyenggol sahabatku dan menjelaskan maksud si kondektur sambil berbisik. Sahabatku malu sekali, lalu ia minta maaf sambil menyerahkan uang.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment